Layn AI

Cara memeriksa hadis.

Dari kutipan di layar Anda sampai ke kitabnya, nomornya, dan derajatnya.

Panduan · waktu baca 1 menit

Panduan

Singkatnya

  1. Cari kitab dan nomornya, bukan hanya kutipannya.
  2. Periksa redaksinya, dan siapa yang menilai derajatnya.
  3. Jangan mengambil hukum hanya dari hasil pencarian.

Cari rujukannya, bukan hanya kutipannya

Gambar di media sosial jarang menyebutkan edisi atau kitab asal sebuah kalimat. Carilah nama kitab, bab, nomor hadis, dan lafal Arabnya bila tersedia.

Periksa lafal dan derajatnya

Terjemahan bisa berbeda-beda. Telusuri kitab hadis yang resmi dan perhatikan siapa yang menilai derajat hadis itu, karena penilaian antarulama bisa tidak sama.

Jangan ambil hukum dari hasil pencarian saja

Memahami penerapan sebuah hadis bisa memerlukan dalil lain, konteks, dan keahlian ulama. Mencari sumber hanyalah langkah awal, bukan metode hukum yang lengkap.

CobaPenelusur sumberKembali ke rujukan.

Pertanyaan, terjawab.

Bagaimana jika kutipannya tidak ditemukan?

Kutipan itu mungkin diparafrasekan, salah dinisbatkan, atau tidak ada dalam koleksi yang bisa Anda telusuri. Jangan anggap ketidakhadiran itu sebagai bukti hadis palsu.

Apakah “Sahih” selalu berarti tanpa perbedaan pendapat?

Penilaian hadis melibatkan metode ilmiah yang terdokumentasi dan nuansa. Sebutkan derajat hadisnya secara spesifik.

Apakah rujukan dari AI bisa dipercaya?

Periksa kitab, nomor hadis, dan redaksinya langsung ke sumbernya; AI bisa mengarang kutipan yang tampak meyakinkan.

Apa yang penting bagi Anda hari ini?